Jadwal solat

Showing posts with label Cuap-cuap. Show all posts
Showing posts with label Cuap-cuap. Show all posts

Monday, April 16, 2012

Mau mencoba, keharusan bagi yang ingin bisa

Jadi tahu sesuatu bisa dengan banyak cara. Jadi tahu dengan melihat. Jadi tahu dengan membaca. Jadi tahu dengan bertanya. Namun mereka yang tahu belum tentu bisa. Terlebih dalam hal ketrampilan. Karena hal itu butuh latihan, bukan hanya sekali. Tapi berulang-ulang. Oleh karena itu, untuk menjadi bisa, kuncinya adalah mau untuk mencoba. Dalam proses mencoba wajarlah ada salah. Toh yang sudah bisa pun kadang masih melakukan kesalahan. “Mau untuk mencoba”. Begitulah tiga kata yang seringkali terdengar diruangan, baik oleh perawat pelaksana, pembimbing, sampai karu pun sering mengucapkan itu pada kami (mahasiswa ners) yang sedang praktik disana.

Kalimat pembuka itu menjadi awal penyadaran bahwa yang namanya ingin bisa maka mau gk mau haruslah mencoba.

Mencoba dan hasilnya

Pernah saat itu masih jaga di ruang lavender, ada pasien lansia. Usianya sekitar 60-70-an tahun. Dia seorang perempuan. Sebut saja mbah M. Ketika itu aku dan beberapa perawat ruangan sedang melakukan rutinitas injeksi obat ke pasien. Dan pada saat itu pula, infus Mbah M macet, terlihat darah mbah M menggumpal di dalam selang dekat dengan tempat injeksi intra selang. Daerah sekitar itu pun basah dengan rembesan cairan yang mengindikasikan bahwa posisi infus harus diganti.

Akhirnya aku dan salah seorang perawat ruangan. Sebut saja mbak T namanya, segera menyiapkan infus set untuk mbah M. Hanya bebrapa menit peralatan pun sudah siap, tinggal memasangnya saja di tangan kanan mbah M. Sebentar saja dicari sudah kelihatan vena yang akan di tusuk. Memasang infus adalah satu ketrampilan yang sedikit langka di ruangan, karena sebagian besar pasien sudah terpasang infus dari IGD. Melihat kesempatan itu, maka aku pun berniat untuk mencoba. Aku meminta mbak T untuk aku saja yang mencoba memasangnya. This is the first time for me (bissmillahirrokhmanirrokhim), dan jarum pun masuk menembus vena mbah M. Sebagai seorang amatir,hehe aku sedikit kesusahan untuk menarik jarumnya agar yang benar-benar masuk kedalam vena adalah jarum yang plastik. Dengan pelan aku coba tarik, dan belum selesai aku tarik, vena mbah M pecah. Tampak benjolan disekitar vena yang tadi aku tusuk. Sambil aku pencet dengan kapas alkohol, sontak aku tanya ke mbah M. Mbah sakit mboten? (mbah sakit apa tidak?) Dan jawabannya adalah : nggih sakit, tapi mboten nopo-nopo sing penting mantun (ya sakit, tapi gk apa-apa, yang penting sembuh). Mendengar jawaban itu, aku mencoba kesempatan yang kedua. Dan hasilnya gagal lagi. Saat aku tanya lagi, mbah M pun menjawab dengan jawaban yang sama dna bahkan melempar senyum pada kami. Kepolosan mbah M dan jawaban yang diucapkannya membuatku merasakan betapa sungguh beruntungnya aku. Dalam proses mencobaku yang akhirnya gagal tidak kemudian membuat mbah M kecewa dengan apa yang aku lakukan. Mbah M begitu pasrah menerima apa yang terjadi, aku pun menjadi semakin yakin bahwa selama niat baik yang menjadi dasar. Maka segala sesuatunya pun akan menjadi baik pula, meskipun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Tapi proses yang kemudian membuat hasil itu menjadi bukan satu tujuan primer, melainkan sebuah akhir dari satu proses yang dilandasi niat baik. Selama mempraktikan nasehat “mau untuk mencoba” pun aku menjadi semakin memandang aspek bahwa yang menjadi objek tindakan adalah manusia yang akan merespon berbagai bentuk stimulasi yang diberikan. Respon yang dimunculkan pun akan berbeda-beda, tidak dapat diprediksi.

Dan pada akhirnya, mau untuk mencoba adalah satu keharusan bagi siapa saja yang ingin bisa (tidak hanya sekadar tahu).

#setelah sift pagi di dahlia : bangsal bedah

Thursday, April 12, 2012

Berganti ruang, berkutat dengan GB di Menur

Perjalanan terus berlanjut di Menur. Ruang kelas 1 dan 2, isinya pasien bedah, dari mulai kasus KKL sampai penyakit dalam seperti BPH dan kawan-kawan. Beruntung bagi yang sift pagi, karena kebagian tindakan GB alias ganti balut,hehe Aku pun terbiasa sarapan pagi dengan buka luka dan bersihin luka. Sayangnya tidak ada satu pun pasien yang menderita luka hari, yang butuh di GB,hehe Adanya luka operasi, amputasi, sampai luka infeksi yang penuh dengan cairan berwarna hijau dengan aroma khasnya. Lokasi lukanya macem-macem, ada yang di kepala, dada, kaki, tangan sampai pada bagian genital.

Yang baru, tentang tampon

Ada beberapa pasien yang terpasang tampon dibagian yang luka. Tampon itu berbentuk tali panjang dari kasa gulung steril yang dimasukkan ke dalam luka pasien. Biasanya di pasang pada luka yang berlubang untuk menutup bagian yang berlubang. Keterampilan menggunakan pinset akan membantu pemasangan tampon. Dan oh ya, jangan lupa menganjurkan pasien untuk melakukan teknik relaksasi bisa nafas dalam atau teknik yang lain. Karena sakinya luar biasa.

Bolak-balik IBS

Selain GB dan tindakan yang lain, rutinitas lain sift di Menur adalah bolak-balik IBS. IBS itu instalasi bedah sentral atau tempat operasi pasien. Semakin banyak paien di Menur maka semakin sering juga bolak-balik ke IBS, baik nganter pasien operasi atau nganter pasien ke ruangan lagi setelah operasi. Jarak IBS ke Menur itu dari ujung ke ujung, bisa dibayangkan capeknya seperti apa,hehe

Rutinitas yang lainnya hampir sama dnegan ruang lain, mulai dari bongkar pasang infus sampai proses dokumentasi status pasien,...

Menur : ruang kelas 1 dan 2, pasien bedah.

Pagi haru, di lavender

Minggu pagi yang haru iringi langkah meninggalkan lavender. Sedikit bercerita, lavender adalah ruangan pertamaku praktik di rumah sakit. Semua yang ada disana adalah hal pertama buatku. Apa yang terjadi disana adalah pelajaran pertamaku. Karena serba pertama, tak jarang aku merasa seperti bayi yang tidak tahu apa-apa,hehe

Banyak hal dari yang lucu sampai yang membuat kesal ada disana. Lavender benar-benar memberikan kesan pelangi buatku. Puncaknya saat hari terakhir aku sift disana. Serasa ada yang hilang. Serasa ada yang menstimulasi air mataku untuk keluar.


lavender : ruang penyakit dalam dan syaraf

Saturday, April 7, 2012

Sepenggal cerita, seminggu di Lavender

Hari ini, hari ke-7 pendidikan ners yang kujalani. Banyak hal yang terjadi dan dapat menjadi pelajaran berharga, bahkan lebih berharga ketimbang nilai akademik. Pelajaran itu datang dari apa yang selama 7 hari ini kulihat, kudengar, kulakukan, sampai pada apa yang kurasakan sendiri. Betapa sungguh seperti ini pekerjaan perawat. Profesi yang saat ini menjadi pilihanku.

Tentang rutinitas

Pelajaran pertama yang kudapat adalah tentang waktu. Saat kuliah, waktu 24 jam terbagi untuk duduk di kelas mengikuti kuliah 4-5 sks tiap harinya dan mengerjakan tugas (jika ada). Banyak waktu senggang yang bisa dimanfaatkan, untuk ikut organisasi, misalnya, tidur siang, main futsal, main games atau bahkan jalan-jalan. Berbeda dengan itu, di pendidikan ners ini, 24 jam terbagi menjadi 3 sift, pagi siang malam. Pagi mulai pukul 07.00, siang mulai pukul 14.00, malam pukul 21.00. dan aku masuk dalam rutinitas jadwal itu, kadang sift pagi, kadang siang, kadang malam sesuai jadwal. 8 jam sift di rumah sakit, berbeda jauh dengan 8 jam saat menjalani masa-masa kuliah di akadmeik. Beban kerja, lingkungan dan rutinitas menjadi faktor pembedanya.

Rutinitas di waktu pergantian sift ada yang namanya operan, dimana penjelasan mengenai pasien dari A sampai Z dibacakan. Kunjungan ke masing-masing kamar adalah rutinitas kedua setelah menjalani operan. Setelah proses itu selesai, barulah pekerjaan lain dimulai. Satu persatu tempat tidur pasien di cek, obat-obat di berikan, memeriksa pasien dilakukan mulai dari TTV sampai pada apa yang dikeluhkan pasien.

Selesainya kunjungan dari pasien, pekerjaan tulis menulis menunggu. Setiap tindakan yang dilakukan harus terdokumentasikan dalam satu map yang bernama status. Status berisi catatan yang berisi data dasar, nota-nota resep, hasil pemeriksaan lab, rontgen, usg sampai perkembangan pasien dari mulai datang sampai hari terakhir pemeriksaan. Data di status harus lengkap, selain sebagai catatan perkembangan juga sebagai bentuk tanggung gugat jika ada hal yang tidak diinginkan menimpa pasien.

Hampir tiap harinya, hanya sedikit tersisa waktu untuk istirahat. Bahkan saat pertama sift malam, aku hanya bisa tidur 30 menit saja. Selain karena silih berganti pasien yang mengeluh tentang infus dan lain-lain, juga karena lingkungan rumah sakit yang masih baru buatku. Semua perlu penyesuaian dan keyakinan. Tentang waktu, pintar-pintarlah untuk memanfaatkannya. Terlebih bagi mereka yang menuju proses untuk praktik di rumah sakit sepertiku.

Tentang ruanganku

Ruang tempatku praktik saat ini adalah lavender, ruang kelas 3 yang merawat pasien dengan penyakit dalam dan syaraf. Jika penuh, maka ada 30 pasien yang harus dikelola 24 jam penuh. Untuk mengelola sejumlah itu, hanya ada 3-4 perawat yang jaga tiap sift. Ada 1 tenaga administrasi dan 1 asper yang membantu. Jadi secara rata-rata, 1 perawat mengelola sekitar 7-8 pasien. 1 pasien bisa ada 1 bahkan sampai 5 anggota keluarga yang menemaninya. Mungkin masih belum ramai di banding rumah sakit lain yang punya kuota pasien lebih banyak. Namun sejumlah itu saja sudah cukup ramai menurutku. Dan membuatku dan praktikan lain tidak banyak punya waktu istirahat tiap sift-nya.

Liat jam

Dan tak terasa udah jam 10.00 masih ada laporan askep yang harus di print, LP yang harus dikerjakan. Masih banyak yang belum diceritakan, tapi cukup segini dulu dah ceritanya. Kalau ada waktu senggang lagi, aku sempet-sempetin buat nulis dah.

(tetap semangat!!!)

Thursday, March 29, 2012

Do'a Kepaniteraan profesi ners angkatan 9

Hari ini kami baru saja mengucap janji mahasiswa ners. Sepanjang penyelenggaraan program pendidikan profesi ners, angkatan kami (ke-9) adalah angkatan dengan jumlah mahasiswa yang paling sedikit. Hanya 19 mahasiswa saja, terdiri dari 7 laki-laki dan 12 perempuan. Proses pendidikan profesi ners setahun ke depan adalah hal yang baru bagi kami. Kami sadar betul, akan ada banyak cerita yang akan mewarnai setahun ke depan proses pendidikan yang akan kami hadapi. Dan untuk itu, kami berdoa untuk kelancaran proses yang akan kami hadapi.

بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِيمِ

Ya Allah Ya Ghofuru Ya Syakur

Hambamu yang jarang bertutur - Untuk mengucapkan rasa syukur
Datang kepadamu untuk menghatur - Puji dan Syukur
Atas segala nikmat yang telah Kau Atur

Kami sadar betul…….
Nikmatmu tiadalah terukur
Dan akan tetap mengucur
Walau kami terlelap di dalam tidur

Untuk itu jadikanlah kami ……
Makhlukmu yang tahu bersyukur
Sehingga kami selalu tafakkur
Dan bukan menjadi takabbur

Ya Allah Ya Qowiyyu Ya Aziz,
Jadikanlah hari ini sebagai awal yang baik bagi kami

Dalam memasuki pintu gerbang pendidikan profesi ners

Karena pada hari ini
Di Kampus keperawatan kami…
Calon perawat-perawat profesional di masa nanti….
telah mengucapkan janji
dengan menyebut atas namaMu

berikanlah kami kekuatan ;
berikanlah kami kesabaran ;
dan berikanlah kami keikhlasan;

untuk tetap berada pada jalur yang Engkau Ridloi
berjalan pada jalur yang mengayomi
dengan tidak melupakan realita kehidupan yang mengiringi

Dan agar ilmu yang kami dapatkan dapat bermanfaat,

Tidak hanya bagi kami,

Namun juga bagi orang disekeliling kami

Ya Allah Ya tuhan kami
Bukakanlah mata kami, telinga kami
serta hati kami

Agar mata kami dapat melihat,
telinga kami dapat mendengar,
dan hati kami dapat merasakan
apa yang terjadi di sekililing kami

Sehingga ketika kami menjalani pendidikan profesi ners ini
Segala keputusan dan tindakan yang kami lakukan
akan berdampak baik bagi kami, pasien, dan orang disekeliling kami

Ya Allah,

Berikanlah kami kemudahan dalam melaksanakan proses pendidikan profesi ini …..
Karena Engkau adalah Dzat yang dapat memudahkan segala yang sulit.
Pemberi jalan keluar dari setiap kebuntuan….
serta mencairkan segala kebekuan…..

Ya Allah, Ya Tuhan Yang Maha Pengampun
Tak Jemu Kami Mengadu Dan Mengaduh Pinta,
Tak Enggan Kami Tadahkan Tangan
Memohon Do’a, Rahmat Dan Ampunan-Mu
Yang Senantiasa Selalu Kami Dambakan
Dan Harapkan Daripada-Mu Ya Allah,

Untuk Itu Ya Allah
Ampunilah Dosa Dan Kesalahan Kami,
Dosa Dan Kesalahan Kedua Orang Tua Kami
Serta Dosa Dan Kesalahan Guru-Guru Kami,
Terimalah Do`A Dan Pinta Kami ini.

Saturday, December 10, 2011

Tips jitu MEMBERANTAS KUTU yang ramah lingkungan

Pagi ini pas lewat di jalan kampus, banyak ibu-ibu yang sedang menyunggi tampah (membawa tampah ditaruh diatas kepala) berisi rambutan di pinggir jalan. Bukan pagi ini saja sebenarnya, tetapi semenjak musim rambutan jadi banyak ibu-ibu yang menyunggi tampah berisi rambutan.

Kenapa harus dibawa dengan cara disunggi? Kenapa tidak dibawa dikeranjang atau dikarung saja. kan gk repot dan gk puyeng,hehe

Nah, menurut analisis saya sepertinya ibu-ibu itu sedang mengkampanyekan tips jitu MEMBERANTAS KUTU yang ramah lingkungan.

Kenapa bisa memberantas kutu?

Hipotesis pertama adalah membuat habibat kutu buatan. Ketika rambutan itu dibawa dengan cara disunggi yang notabenya dibawa diatas kepala, maka secara tidak langsung membuat kutu bingung mana habitat aslinya (rambut manusia) mana habitat buatan (rambutnya rambutan). Dalam kebingungan itu, memungkinkan kutu untuk berpindah dan kena tipu untuk bermigrasi ke habitat buatan. Cara ini terrbukti efektif untuk memberantas KUTU yang memiliki intelegensi rendah yang mudah kena tipu dan cenderung punya sifat yang mudah bingung.hahaha

Hipotesis kedua adalah melakukan serangan langsung secara terorganisir oleh pasukan pemberantas. Hipotesis yang kedua ini hanya berlaku unutk rambutan yang masih segar dan banyak dihuni semut. Kita tahu semut yang ada di rambutan kebanyakan berwarna hitam. Itu bukan kebetulan semata, tetapi adalah suatu cara kamuflase semut untuk menyamar dan memberantas KUTU ditengah rerimbunan rambut manusia. Cara ini terbukti efektif dilakukan untuk memberantas KUTU yng tergolong memiliki intelegensi tinggi dan daya analisis kuat. Berdasarkan riset oleh entah siapa (hahaha) prosentase keberhasilan cara ini sebesar 99,9%. Tetapi unsur kekejaman dengan menggunakan cara ini sangat besar sehingga berisiko untuk dibawa ke meja hijau. Jika pihak KUTU menuntut keadilan karena tidak berperike-KUTU-an dan tidak menjunjung tinggi Hak Asasi Kutu.

-sekian-

Wednesday, November 23, 2011

Rayuan kurang dari 5 menit

Hal itu kembali terulang. Entah untuk ke berapa kalinya.

Hal itu yang seperti apa?? Ok. Aku ceritakan.

Kali ini, alarm hp ku set jam 03.10. Berharap pada jam itu aku bisa terbangun dan memulai aktivitas sedari pagi. Dan, aku memang selalu terbangun pada jam itu. Bunyi khas alarm selalu mampu membangunkanku.

Namun, hal ini yang sering terjadi. Aku bangun dan kemudian mematikan alarm itu dengan memencet pilihan “berhenti” di kipet hp. Tak berapa lama setelah itu, aku dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan pertama langsung bangun beranjak dari tempat tidur atau yang kedua tetap di tempat tidur sembari mengumpulkan “nyawa” atau tenaga untuk bangun. Diantara dua pilihan itulah, tanpa sadar rayuan-rayuan setan datang. Ilustrasi rayuan itu mungkin seperti ini “hey, tiduran dulu bentar, baru setelah itu bangun. Ntar kepalamu pusing kalau tiba-tiba bangun. Nyantai dulu di tempat tidur. Selimutnya pakai lagi aja biar anget, lagian kan dingin tuh udaranya. Oke”.

Begitu lembutnya rayuan itu dan memang kondisi yang masih ngantuk membuatku tak jarang terlena untuk memilih pilihan kedua. Seperti yang terjadi tadi pagi.

Dan akhirnya aku tertidur lagi karena rayuan kurang dari 5 menit.

Beruntung ketika tadi pagi aku terbangun pas adzan subuh. Tetapi sungguh sangat merugi karena tak jarang terbangun ketika matahari mulai menampakkan sinarnya. Melewatkan jamaah subuh yang selalu di tutup dengan tausiyah...

Semua itu karena rayuan kurang dari 5 menit.

Melawan rasa kantuk itu perjuangan. Apalagi diwaktu pagi ketika orang lain sedang tertidur pulas,... Semoga hal yang kualami tidak terjadi pada kalian,...

Tuesday, November 22, 2011

Kekuatan mimpi dan keyakinan

Yang pernah baca pasti tahu kutipan ini, ya dari novel 5 cm. tidak hanya menyuguhkan cerita persahabatan yang menarik tapi juga memberikan motivasi dan begitu luar biasanya kekutan mimpi dan keyakinan...

“Biarkan keyakinan 5 cm menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu,..... Cuma,...

“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasaanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.

Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja,...
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya,..
Serta mulut yang akan selalu berdo’a,...

“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan Cuma seonggog daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan. Mengikuti arus dan kalah kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita dan keajaiban cita-cita dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun. Dan kamu gk perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya”.

“Percaya pada 5cm di depan kening kamu”.

-362-363-